MusikVoid
News Indie Alternatif

Dipha Barus dan Hindia Bicara Tentang Luka yang Diwariskan Lewat "Nafas"

Cristoph Adam Sugianto Cristoph Adam Sugianto · MusikVoid 02 Jun 2026 2 min read
Dipha Barus dan Hindia Bicara Tentang Luka yang Diwariskan Lewat "Nafas"

Dipha Barus dan Hindia berkolaborasi dalam "Nafas", sebuah lagu electronic pop yang mengangkat tema pemutusan rantai trauma dan proses penyembuhan emosional melalui lirik reflektif dan produksi yang intim.

Kolaborasi antara Dipha Barus dan Hindia akhirnya terwujud dalam sebuah lagu berjudul Nafas. Pertemuan dua musisi dengan pendekatan yang berbeda ini menghasilkan sebuah karya yang tidak hanya menawarkan lanskap elektronik yang hangat, tetapi juga membawa tema yang belakangan semakin sering dibicarakan: bagaimana seseorang berusaha memutus rantai trauma yang diwariskan dari masa lalu.

Dalam Nafas, Dipha Barus menghadirkan produksi yang relatif minimalis. Lapisan elektronik yang dibangun perlahan memberi ruang bagi vokal dan lirik untuk menjadi pusat perhatian. Di sisi lain, Hindia kembali menunjukkan kekuatannya sebagai penulis lagu yang mampu mengangkat persoalan personal menjadi sesuatu yang terasa dekat bagi banyak pendengar.

Lagu ini berbicara tentang upaya melepaskan beban emosional yang terus terbawa dari satu generasi ke generasi berikutnya. Alih-alih menawarkan jawaban sederhana, Nafas terdengar seperti sebuah refleksi tentang proses menerima luka, mengenalinya, lalu perlahan memilih untuk tidak lagi meneruskannya.

Tema tersebut terasa sejalan dengan banyak karya Hindia dalam beberapa tahun terakhir. Lewat berbagai rilisan sebelumnya, ia kerap membahas kesehatan mental, hubungan keluarga, hingga tekanan sosial yang dihadapi generasi muda. Kehadirannya dalam lagu ini membuat pesan yang ingin disampaikan terasa lebih personal dan intim.

Sementara itu, Dipha Barus menunjukkan sisi lain dari pendekatan musikalnya. Selama ini ia dikenal lewat karya-karya elektronik yang akrab dengan ruang festival maupun lantai dansa. Dalam Nafas, energi tersebut tetap ada, namun dikemas dengan suasana yang lebih tenang dan kontemplatif.

Kolaborasi ini juga menarik karena mempertemukan dua nama yang memiliki basis pendengar berbeda. Dipha Barus datang dari ranah musik elektronik, sementara Hindia memiliki kedekatan kuat dengan pendengar musik alternatif dan independen. Pertemuan keduanya menghasilkan ruang baru yang terasa organik, tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing.

Di tengah semakin banyaknya musisi Indonesia yang mulai berani mengangkat isu kesehatan mental dalam karya mereka, Nafas hadir sebagai pengingat bahwa musik bisa menjadi medium untuk membicarakan hal-hal yang sering sulit diungkapkan secara langsung. Bukan sekadar tentang trauma, tetapi juga tentang keberanian untuk menghentikan siklus yang selama ini dianggap wajar.

Melalui Nafas, Dipha Barus dan Hindia tidak sedang menawarkan solusi instan. Mereka justru mengajak pendengar untuk duduk sejenak bersama pengalaman-pengalaman yang belum selesai, sebelum akhirnya menemukan ruang untuk bernapas lebih lega.

Featured

Artis dalam artikel ini

musikvoid news alternative HIndia Dipha Barus Nafas
Bagikan artikel
Cristoph Adam Sugianto

Cristoph Adam Sugianto

Musikvoid news writer.

Artikel lainnya