MusikVoid
News Metal

Isyana Sarasvati Dobrak Batas Genre Lewat "BURN", Perkenalkan Warna Baru Trance Metal

Cristoph Adam Sugianto Cristoph Adam Sugianto · MusikVoid 06 Jun 2026 3 min read
Isyana Sarasvati Dobrak Batas Genre Lewat "BURN", Perkenalkan Warna Baru Trance Metal

Isyana Sarasvati kembali menunjukkan sisi eksploratifnya lewat single "BURN", sebuah karya trance metal yang memadukan pop, elektronik, dan metal. Lagu ini menjadi salah satu representasi paling berani dari album terbarunya, EKLEKTIKO.

Setelah dikenal luas melalui karya-karya pop, R&B, hingga musik orkestral, Isyana Sarasvati kembali menunjukkan sisi eksploratifnya lewat single terbaru bertajuk "BURN". Lagu yang menjadi bagian dari album kelimanya, "EKLEKTIKO", ini menghadirkan perpaduan berani antara musik elektronik dan metal yang ia sebut sebagai trance metal.

Dirilis sebagai salah satu trek utama dalam album yang meluncur pada 21 Mei 2026, "BURN" menjadi representasi paling eksplosif dari konsep besar yang diusung EKLEKTIKO. Sesuai namanya, album tersebut membawa semangat keberagaman musikal dengan menggabungkan berbagai warna dan pengaruh genre ke dalam satu kesatuan karya.

Menurut Isyana, "BURN" lahir dari keinginannya untuk menciptakan sesuatu yang baru. Ia memadukan elemen pop, electronic, dan metal hingga menghasilkan karakter musik yang belum pernah ia eksplorasi sebelumnya.

"BURN adalah salah satu track yang paling merepresentasikan makna EKLEKTIKO. Perpaduan pop, electronic, dan metal melahirkan warna baru yaitu trance metal yang jadi eksplorasi baru untukku," ungkap Isyana.

Dalam proses produksinya, Isyana turut menggandeng tiga mantan personel band metal DeadSquad. Kolaborasi tersebut menghadirkan lapisan distorsi gitar yang agresif, dipadukan dengan elemen elektronik yang intens dan vokal penuh tenaga yang menjadi ciri khas Isyana dalam beberapa tahun terakhir.

Hasilnya adalah sebuah lagu yang terdengar berbeda dari arus utama musik pop Indonesia. BURN bergerak di antara dentuman beat elektronik, riff gitar berat, serta nuansa emosional yang membuatnya terasa modern sekaligus penuh energi.

Keberanian Isyana menggabungkan berbagai elemen yang selama ini jarang bertemu dalam musik populer menjadikan BURN sebagai salah satu karya paling eksperimental dalam katalog musiknya. Lagu ini sekaligus memperkuat transformasi musikal yang telah ia bangun sejak beberapa tahun terakhir, ketika mulai memasukkan unsur progressive rock dan metal ke dalam karya-karyanya.

Tak lama setelah dirilis, BURN juga menjadi perbincangan di media sosial. Salah satu momen yang menarik perhatian datang dari Oman, drummer cilik berusia delapan tahun yang viral setelah meng-cover lagu tersebut dengan teknik double pedal yang mengesankan. Aksi itu bahkan membuat Isyana mengaku terpukau melihat bagaimana lagu dengan tingkat kesulitan tinggi tersebut mampu dimainkan oleh musisi seusia Oman.

Kehadiran BURN memperlihatkan bahwa Isyana tidak sekadar mengikuti tren, melainkan terus mendorong batas kreativitasnya sebagai musisi. Di tengah industri yang masih didominasi formula musik populer, ia memilih jalur berbeda dengan menghadirkan eksperimen yang berani dan penuh karakter.

Melalui BURN, Isyana Sarasvati kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu musisi paling progresif di Indonesia saat ini. Lagu tersebut bukan hanya menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya, tetapi juga menunjukkan bahwa musik Indonesia masih memiliki ruang luas untuk eksplorasi, inovasi, dan keberanian menabrak batas genre yang selama ini dianggap baku.

musikvoid news isyana isyana sarasvati burn trance metal dead squad
Bagikan artikel
Cristoph Adam Sugianto

Cristoph Adam Sugianto

Musikvoid news writer.

Artikel lainnya