Skastra mengumumkan tur internasional perdana ke Jepang pada Juli 2026 sekaligus merilis album Metanoia dalam format vinyl melalui label asal Tokyo, menandai babak baru perjalanan mereka di skena ska Indonesia.
Setelah hampir satu dekade menapaki perjalanan di skena musik independen Indonesia, Skastra akhirnya mengumumkan langkah besar yang menandai babak baru dalam karier mereka. Grup ska asal Depok tersebut akan menjalani tur internasional perdana bertajuk "Skastra Japan Tour 2026" sekaligus merilis album Metanoia dalam format vinyl melalui label asal Tokyo, Jepang.
Pengumuman ini menjadi salah satu pencapaian terbesar bagi band yang telah aktif sejak 2015 tersebut. Bukan hanya karena ini merupakan tur luar negeri pertama mereka, tetapi juga karena menjadi momentum untuk memperkenalkan warna ska Indonesia kepada audiens yang lebih luas di Jepang.
Empat Panggung di Tiga Kota Jepang
Dalam rangkaian tur yang berlangsung pada Juli 2026, Skastra dijadwalkan tampil di empat panggung yang tersebar di tiga kota besar Jepang, yakni Osaka, Nagoya, dan Tokyo. Dua penampilan akan digelar di Tokyo, sementara Osaka dan Nagoya masing-masing akan menjadi tuan rumah satu pertunjukan.
Pemilihan Jepang bukan tanpa alasan. Negara tersebut memiliki sejarah panjang dan basis penggemar musik ska yang cukup kuat. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah musisi Indonesia juga mulai mendapatkan perhatian dari pendengar Jepang, membuka peluang baru bagi band-band independen untuk menembus pasar internasional.
Bagi Skastra, tur ini merupakan realisasi dari mimpi yang telah mereka bangun sejak awal berdiri.
"Tur Jepang 2026 dan perilisan vinyl Metanoia 12-inch ini tidak hanya merayakan perjalanan musik Skastra, tapi juga manifestasi dari mimpi lama kami untuk membawa ska Indonesia ke panggung dunia," ujar vokalis Skastra, Alduri Asfirna atau yang akrab disapa Ina.
Metanoia Hadir dalam Format Vinyl
Bersamaan dengan pengumuman tur, Skastra juga memperkenalkan versi vinyl dari album Metanoia. Rilisan fisik tersebut akan dicetak dalam format piringan hitam 12 inci dan diproduksi oleh label Jepang, Big Romantic Records.
Album yang pertama kali dirilis secara digital pada 1 Desember 2023 ini berisi sepuluh lagu yang menjadi representasi perjalanan musikal Skastra dalam beberapa tahun terakhir. Single "Hujan Deras" menjadi salah satu lagu yang paling mendapat perhatian dari pendengar dan kini kembali hadir dalam format analog yang lebih kolektibel.
Adapun sepuluh lagu yang mengisi Metanoia adalah:
- Oh Malam
- Fantasia
- Hujan Deras
- Penjelajah
- Pelabuhan Terakhir
- Matahari
- Derai
- Ria
- Suatu Pagi
- Endorfin
Bagi para kolektor musik fisik dan penggemar setia Skastra, perilisan vinyl ini menjadi kesempatan istimewa untuk menikmati album tersebut dalam format yang berbeda.
Delapan Tahun Perjalanan dan Transformasi
Nama Metanoia sendiri diambil dari bahasa Yunani yang berarti perubahan pikiran atau transformasi jiwa. Filosofi tersebut terasa relevan dengan perjalanan Skastra yang telah melewati berbagai fase sejak dibentuk pada Oktober 2015 di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
Selama hampir delapan tahun, band ini mengalami berbagai perubahan personel sekaligus perkembangan musikal yang membentuk identitas mereka saat ini. Formasi terbaru Skastra terdiri dari Alduri Asfirna (vokal), Ibrahim Rahman (drum), Rasmana Raga (bass), Adi Ahdiat (gitar), Fazrin Mustakin (gitar), Hanung T. Wibawa (keyboard), Taufiq Alkatiri (trumpet), dan Adin sebagai vokalis tambahan.
Langkah Besar untuk Ska Indonesia
Tur Jepang dan perilisan vinyl Metanoia bukan hanya pencapaian bagi Skastra semata. Langkah ini juga menjadi representasi bagaimana band independen Indonesia terus mencari ruang baru di luar negeri melalui jalur yang dibangun secara mandiri.
Di tengah industri musik yang semakin terhubung secara global, kehadiran Skastra di panggung-panggung Jepang menjadi sinyal bahwa musik ska Indonesia masih memiliki energi, relevansi, dan potensi untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Sebelum berangkat ke Jepang, Skastra juga dijadwalkan menggelar showcase di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian perayaan menuju tur internasional mereka. Setelah seluruh rangkaian tur selesai, band ini berencana melanjutkan perayaan Metanoia dengan perilisan album dalam format CD. Dengan semangat baru dan langkah yang semakin jauh, 2026 berpotensi menjadi tahun paling penting dalam perjalanan Skastra sejauh ini.