The Jansen resmi mengumumkan album terbaru Romantisasi Impulsif yang akan dirilis pada 22 Juli 2026.
Skena musik independen Indonesia kembali mendapat kabar menarik dari The Jansen. Unit punk rock asal Bogor tersebut resmi mengumumkan album terbaru bertajuk Romantisasi Impulsif yang dijadwalkan meluncur pada 22 Juli 2026. Album ini akan menjadi penutup dari trilogi yang sebelumnya dibangun melalui Banal Semakin Binal (2022) dan Durja Bersahaja (2024).
Menariknya, Romantisasi Impulsif disebut menghadirkan pendekatan yang cukup berbeda dari karya-karya The Jansen sebelumnya. Jika selama ini mereka identik dengan narasi kegelisahan anak muda, kritik sosial, hingga romantisme yang pahit, album terbaru ini justru membuka ruang yang lebih personal melalui tema cinta, tanpa meninggalkan identitas khas mereka yang gelap dan ironis.
Sebagai pintu masuk menuju album tersebut, The Jansen lebih dulu merilis single "bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)". Lagu ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam perjalanan mereka karena merupakan lagu cinta pertama yang secara sadar ditulis dan dirilis dalam diskografi The Jansen.
Alih-alih menghadirkan kisah romansa yang manis, Bani dan Adji Pamungkas mencoba melihat cinta dari sudut yang lebih dekat dengan realitas sehari-hari. Mereka menggambarkan bagaimana seseorang tetap berusaha mempertahankan perasaan di tengah tekanan ekonomi, keterbatasan hidup, dan ketidakpastian masa depan. Perspektif tersebut membuat lagu ini terasa tetap relevan dengan karakter The Jansen yang selama ini dekat dengan keresahan generasi muda.
Dari sisi visual, The Jansen juga memperluas eksplorasi estetik mereka. Video lirik untuk "bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)" dikemas dengan nuansa film Hong Kong era 90-an, lengkap dengan lirik dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Pendekatan tersebut memberi kesan sinematik sekaligus menjadi petunjuk awal mengenai arah artistik yang akan ditawarkan dalam Romantisasi Impulsif.
Album yang berisi 12 lagu ini tidak hanya akan hadir di platform digital, tetapi juga dalam berbagai format fisik. Untuk distribusi internasional, The Jansen menggandeng P-Vine Records dari Jepang untuk perilisan CD dan vinyl, sementara Miles Records dari Malaysia akan menangani edisi kaset pita. Langkah ini memperlihatkan bagaimana The Jansen terus memperluas jangkauan mereka di luar Indonesia tanpa kehilangan akar independennya.
Dengan Romantisasi Impulsif, The Jansen tampaknya tidak sekadar menutup sebuah trilogi. Mereka juga sedang membuka fase baru yang lebih berani dalam mengeksplorasi tema, suara, dan cara bercerita. Jika single perdananya bisa menjadi gambaran, album ini berpotensi menjadi salah satu rilisan lokal yang paling dinantikan pada paruh kedua 2026.