Dajjal kembali menghidupkan mesin death metal mereka setelah bertahun-tahun vakum. Lewat single terbaru berjudul Obtuse, unit ekstrem asal Bandung ini menghadirkan komposisi brutal yang sarat kritik sosial, sekaligus menandai kebangkitan salah satu nama veteran yang telah mewarnai skena underground Indonesia sejak 1995.
Bandung kembali melahirkan dentuman ekstrem dari salah satu nama lama yang pernah mengisi halaman sejarah death metal Indonesia. Setelah lama berdiam dalam kegelapan, Dajjal resmi kembali menggebrak skena dengan merilis single terbaru berjudul Obtuse pada 14 Juni 2026.
Kembalinya Dajjal menjadi kabar menggembirakan bagi para penikmat musik ekstrem tanah air. Band yang berdiri sejak 10 Oktober 1995 ini dikenal sebagai salah satu unit death metal Bandung yang konsisten mengusung tema-tema gelap tentang sisi kelam manusia, dibalut dengan musik agresif dan tanpa kompromi.
Nama Dajjal sendiri merupakan singkatan dari Dari Jejeran Jalanan. Saat pertama kali terbentuk, formasi mereka dihuni oleh Barock pada posisi vokal, Kiming di bass, Odieh di gitar, dan Dudenx di drum. Pada era akhir 1990-an, nama mereka cukup dikenal di berbagai panggung underground Jawa Barat hingga sejumlah kota di luar daerah.
Kini, setelah melewati masa vakum yang cukup panjang, Dajjal kembali menunjukkan eksistensinya melalui Obtuse. Single ini menjadi penanda babak baru perjalanan mereka sekaligus bukti bahwa semangat death metal yang mereka usung sejak awal tidak pernah benar-benar padam.
Meski hadir dengan materi baru, karakter musikal Dajjal tetap mempertahankan akar death metal yang selama ini menjadi identitas mereka. Menariknya, band ini mengaku mencoba pendekatan yang sedikit berbeda dibandingkan materi sebelumnya.
Dalam wawancara dengan Musikeras, mereka mengungkapkan bahwa Obtuse masih berada di jalur death metal, namun dengan tempo yang cenderung lebih lambat. Referensi yang mereka konsumsi pun berasal dari nama-nama besar seperti Decapitated, Obscura, Necrophagist, The Black Dahlia Murder, hingga Dying Fetus.
Pengaruh tersebut terasa dalam struktur lagu yang padat, riff yang tajam, permainan drum yang menghantam, serta vokal brutal yang tetap menjadi ciri khas Dajjal. Namun di balik agresivitasnya, Obtuse juga menawarkan ruang yang lebih luas untuk membangun atmosfer gelap dan menekan.
Secara tematik, Obtuse menyuarakan kritik terhadap fenomena sosial yang semakin relevan di era digital. Lagu ini menyoroti budaya kebodohan yang kerap dipuja, sekaligus menyindir kerakusan intelektual yang kehilangan arah moral. Dajjal menyampaikan pesan tersebut melalui lirik bernuansa sinis yang menjadi senjata utama mereka dalam menyampaikan keresahan.
Bersamaan dengan perilisan lagu, Dajjal juga menghadirkan video musik resmi yang telah tayang di kanal YouTube mereka. Video tersebut disutradarai oleh Insan Aoi dengan dukungan sinematografi dari Irsal dan diproduksi oleh rumah produksi K.O.H.
Untuk proses pengerjaan lagu, materi musik ditulis oleh Asginov, Lahir, Barock, dan Benduh, sementara seluruh lirik ditangani oleh Barock. Proses mixing dikerjakan oleh Ivan F Devota dan mastering dilakukan di Devota Rock Studio.
Kembalinya Dajjal juga mengingatkan publik pada perjalanan panjang mereka di skena ekstrem Indonesia. Pada tahun 2000, mereka merilis album penuh bertajuk AMARAH melalui Bandung Sound Production dengan pendekatan grindcore yang cepat, padat, dan agresif. Selain itu, mereka sempat menyelesaikan rekaman album kedua berjudul Human Dark Side yang hingga kini belum pernah dirilis secara resmi.
Sebelum merilis album, Dajjal juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kompilasi underground, termasuk Brutally Sickness pada 1996 dan Tribute to Sepultura yang dirilis Rotorcorpse.
Di tengah gelombang band-band baru yang terus bermunculan, kemunculan kembali Dajjal menunjukkan bahwa para veteran death metal Indonesia masih memiliki daya dobrak yang kuat. Dengan hanya menyisakan Barock sebagai personel original, Dajjal tetap mempertahankan identitas yang telah mereka bangun selama lebih dari tiga dekade.
Melalui Obtuse, Dajjal tidak sekadar kembali merilis lagu baru. Mereka kembali menegaskan keberadaan, menunjukkan taring yang belum tumpul, dan mengingatkan bahwa death metal ekstrem Indonesia masih memiliki para penjaga lama yang siap mengobarkan kebisingan kapan saja.
Single Obtuse kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital, sementara video musik resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Dajjal Official.