MusikVoid
News Rock Indie Alternatif

Paribastone Hadapi Trauma dan Depresi di "Gloomy Dark"

CA Cristoph Adam Sugianto · MusikVoid 17 Jun 2026 3 min read
Paribastone Hadapi Trauma dan Depresi di "Gloomy Dark"

Paribastone merilis "Gloomy Dark", sebuah single stoner rock yang mengangkat tema trauma, depresi, dan konflik batin. Dengan riff berat dan atmosfer yang muram, lagu ini menjadi refleksi tentang perjuangan bertahan ketika seseorang harus menghadapi kegelapan dalam pikirannya sendiri.

Ada masa ketika seseorang harus berhadapan dengan musuh yang tidak terlihat. Bukan ancaman dari luar, melainkan suara-suara di dalam kepala yang terus datang tanpa diundang. Trauma yang belum selesai, depresi yang perlahan menggerogoti, serta konflik batin yang tak kunjung menemukan jalan keluar. Ruang gelap itulah yang menjadi sumber inspirasi Paribastone dalam single terbaru mereka, “Gloomy Dark”.

Unit stoner rock asal Bogor tersebut resmi merilis “Gloomy Dark” pada 10 Juni 2026. Lagu ini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital dan menjadi rilisan terbaru yang semakin mempertegas identitas musikal Paribastone yang berat, suram, dan penuh tekanan emosional.

Sejak detik pertama, “Gloomy Dark” tidak berusaha terdengar nyaman. Distorsi tebal, riff gitar yang menghentak, serta lapisan atmosfer yang muram langsung membangun suasana yang terasa sesak. Namun di balik kebisingan khas stoner rock itu, tersimpan sebuah cerita yang sangat manusiawi.

Paribastone menggunakan lagu ini sebagai medium untuk menggambarkan perjuangan seseorang yang berusaha bertahan ketika pikirannya sendiri menjadi medan pertempuran. Trauma masa lalu terus menghantui, depresi menciptakan jarak dengan dunia sekitar, sementara konflik batin membuat setiap langkah terasa lebih berat dari seharusnya.

Alih-alih menawarkan jawaban sederhana, “Gloomy Dark” memilih untuk merekam proses tersebut apa adanya. Lagu ini menangkap momen ketika seseorang berada di titik terendah kehidupannya, saat harapan terasa semakin jauh dan kegelapan tampak lebih dominan dibanding cahaya.

Pendekatan itu terasa selaras dengan karakter musik yang selama ini dibangun Paribastone. Sebagai band yang berakar pada stoner rock, mereka memanfaatkan tempo yang mengayun, tone gitar yang tebal, serta dinamika yang berat untuk memperkuat narasi emosional yang ingin disampaikan.

Menariknya, meski dibalut nuansa yang kelam, lagu ini tidak sepenuhnya berbicara tentang keputusasaan. Di balik seluruh tekanan yang digambarkan, tersimpan pesan tentang daya tahan dan keberanian untuk terus melangkah. Tentang bagaimana seseorang tetap berusaha berdiri meski terus dihantam berbagai beban psikologis yang datang tanpa henti.

Dalam konteks yang lebih luas, rilisan ini menunjukkan keberanian Paribastone untuk mengangkat isu kesehatan mental melalui perspektif yang personal. Mereka tidak menjadikan trauma maupun depresi sebagai tema sensasional, melainkan sebagai pengalaman nyata yang dapat dialami siapa saja.

Pilihan tersebut membuat “Gloomy Dark” terasa relevan dengan kondisi banyak orang saat ini. Ketika tekanan hidup semakin kompleks dan percakapan mengenai kesehatan mental semakin terbuka, musik menjadi salah satu medium yang mampu menerjemahkan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Bagi Paribastone, “Gloomy Dark” bukan sekadar tambahan dalam katalog musik mereka. Lagu ini menjadi representasi dari sisi rapuh manusia yang sering disembunyikan, sekaligus pengingat bahwa bertahan sering kali merupakan bentuk keberanian terbesar.

Dengan kombinasi riff berat, atmosfer pekat, dan tema yang emosional, “Gloomy Dark” memperlihatkan bagaimana Paribastone mampu menerjemahkan pergulatan batin menjadi karya yang keras secara musikal namun tetap menyimpan kedalaman makna.

Melalui single ini, Paribastone mengajak pendengar untuk menatap langsung sisi gelap yang selama ini berusaha dihindari. Bukan untuk tenggelam di dalamnya, melainkan untuk memahami bahwa bahkan dalam kegelapan yang paling pekat, selalu ada perjuangan untuk tetap bertahan.

Indie musikvoid news Paribastone gloomy dark stoner stone rock
Bagikan artikel
CA

Cristoph Adam Sugianto

Musikvoid news writer.

Artikel lainnya