MusikVoid
News Punk Indie Alternatif

Flazepunkt Buktikan Punk Tak Harus Selalu Marah di EP Debutnya

CA Cristoph Adam Sugianto · MusikVoid 11 Jun 2026 3 min read
Flazepunkt Buktikan Punk Tak Harus Selalu Marah di EP Debutnya

Flazepunkt memperkenalkan diri lewat EP debut Chaos Blooms in Candy Tones. Alih-alih berbicara tentang kemarahan dan pemberontakan, kuintet punk rock asal Jakarta ini memilih mengangkat keluarga, hubungan personal, dan kehidupan sehari-hari dalam balutan punk yang enerjik dan catchy.

Siapa bilang punk harus selalu identik dengan kemarahan, pemberontakan, dan energi destruktif? Kuintet punk rock asal Jakarta, Flazepunkt, mencoba menawarkan perspektif berbeda melalui EP debut mereka yang bertajuk Chaos Blooms in Candy Tones.

Dirilis pada penghujung Mei 2026, mini album berisi empat lagu tersebut menjadi perkenalan resmi Flazepunkt kepada publik. Lewat rilisan ini, mereka membawa pendekatan yang lebih fun, positif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari tanpa meninggalkan semangat punk yang menjadi fondasi utama musik mereka.

Punk yang Dekat dengan Kehidupan Nyata

Sejak awal, Flazepunkt tidak berusaha menjadi band punk yang dipenuhi slogan kemarahan atau kritik sosial yang berat. Sebaliknya, mereka memilih mengangkat hal-hal yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Keluarga, hubungan personal, anak-anak, hingga momen-momen sederhana yang sering luput dari perhatian menjadi tema utama yang diangkat dalam Chaos Blooms in Candy Tones.

Pendekatan tersebut membuat Flazepunkt tampil berbeda di tengah skena punk yang selama ini lebih identik dengan narasi perlawanan dan pemberontakan.

Bagi mereka, punk tidak harus selalu hadir dalam bentuk kemarahan. Punk juga bisa menjadi cara untuk merayakan kehidupan yang nyata.

Enerjik, Catchy, dan Mudah Diterima

Secara musikal, Flazepunkt mengusung formula punk rock dan pop-punk yang enerjik serta mudah dicerna. Karakter lagu-lagunya terasa lugas, penuh semangat, dan dibalut melodi yang cepat melekat di telinga.

Alih-alih mengejar kompleksitas, mereka memilih pendekatan yang langsung dan jujur. Hasilnya adalah empat lagu yang terdengar segar, ringan, namun tetap memiliki identitas yang kuat.

Energi yang mereka hadirkan terasa spontan dan menyenangkan, membuat EP ini cocok dinikmati baik oleh pendengar lama musik punk maupun mereka yang baru mulai mengenal genre tersebut.

Warna Baru untuk Skena Punk

Flazepunkt terbentuk pada pertengahan 2025 dan sempat memperkenalkan diri melalui rilisan demo sebelum akhirnya merampungkan EP debut mereka.

Meski tergolong pendatang baru, mereka menunjukkan keberanian untuk mengambil jalur yang berbeda. Ketika banyak band punk masih berkutat pada tema kemarahan dan frustrasi, Flazepunkt justru menghadirkan cerita-cerita yang lebih membumi dan personal.

Pilihan tersebut membuat mereka tampil sebagai salah satu warna baru yang menarik dalam perkembangan skena punk Jakarta saat ini.

Chaos yang Tumbuh di Tengah Nada-Nada Manis

Judul Chaos Blooms in Candy Tones seolah merangkum keseluruhan identitas yang ingin dibangun Flazepunkt. Ada kekacauan yang menjadi bagian dari kehidupan, tetapi di saat yang sama selalu ada ruang untuk menemukan hal-hal yang menyenangkan dan layak dirayakan.

Melalui empat lagu dalam EP ini, Flazepunkt menunjukkan bahwa punk tidak harus kehilangan energi dan sikap hanya karena memilih berbicara tentang hal-hal sederhana.

Sebaliknya, justru dari pengalaman sehari-hari itulah mereka menemukan cerita yang paling jujur untuk dibagikan kepada pendengar.

Dengan Chaos Blooms in Candy Tones, Flazepunkt membuka langkah awal mereka di skena musik independen Indonesia. Sebuah debut yang tidak hanya memperkenalkan identitas band, tetapi juga menawarkan cara pandang baru tentang bagaimana musik punk bisa terdengar lebih hangat, fun, dan tetap relevan dengan kehidupan nyata.

musikvoid news punk Flazepunkt Chaos Blooms in Candy Tones
Bagikan artikel
CA

Cristoph Adam Sugianto

Musikvoid news writer.

Artikel lainnya