MusikVoid
News Hardcore

Mad In Silence Tuangkan Luka dalam Single Baru "Lullab"

CA Cristoph Adam Sugianto · MusikVoid 16 Jun 2026 3 min read
Mad In Silence Tuangkan Luka dalam Single Baru "Lullab"

Lullaby menjadi wadah bagi Mad In Silence untuk menumpahkan kisah tentang kebohongan, pengkhianatan, dan proses berdamai dengan luka. Dibungkus dalam ledakan post-hardcore dan metalcore yang emosional, single terbaru asal Bandung ini menawarkan refleksi tentang bagaimana rasa sakit dapat menjadi awal dari penerimaan.

Mad In Silence, unit emo, post-hardcore, dan metalcore yang resmi merilis single terbaru bertajuk Lullaby pada 6 Juni 2026.

Meski mengusung judul yang identik dengan ketenangan dan lagu pengantar tidur, Lullaby justru menawarkan pengalaman emosional yang berlawanan. Lagu ini lahir dari pengalaman tentang kepercayaan yang runtuh akibat kebohongan yang terus berulang, menghadirkan kisah mengenai luka batin, pengkhianatan, hingga proses berdamai dengan kenyataan yang menyakitkan.

Lullaby menjadi single kedua Mad In Silence setelah sebelumnya memperkenalkan diri melalui TEMARAM yang dirilis beberapa hari lebih awal. Kehadiran dua lagu tersebut memperlihatkan arah musikal yang semakin jelas dari band asal Bandung ini, yakni perpaduan post-hardcore agresif dengan pendekatan emosional yang personal.

Secara musikal, Lullaby dibangun melalui kombinasi riff gitar berat, breakdown eksplosif, serta dinamika yang bergerak dari suasana muram menuju ledakan kemarahan. Namun di balik agresivitas tersebut, Mad In Silence menyimpan narasi yang sangat manusiawi.

Lagu ini menggambarkan seseorang yang terus berusaha mempertahankan kepercayaan meski berkali-kali dikhianati. Sedikit demi sedikit, kebohongan yang berulang mulai mengikis keyakinan, menghancurkan harapan, dan meninggalkan kehampaan yang sulit dijelaskan.

Alih-alih menyamarkan rasa sakit tersebut dengan metafora yang rumit, Mad In Silence memilih pendekatan yang lebih jujur. Mereka menangkap momen ketika seseorang mencoba terlihat baik-baik saja di hadapan dunia, sementara di dalam dirinya sedang berlangsung peperangan yang tidak terlihat oleh siapa pun.

Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian muncul melalui penggalan lirik, “Ten thirty-five I was killing by myself”. Kalimat tersebut menjadi representasi fase ketika seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya, terjebak di antara rasa kecewa, kehilangan arah, dan pergulatan dengan dirinya sendiri.

Namun Lullaby tidak berhenti pada kemarahan atau keputusasaan. Pada bagian akhir lagu, Mad In Silence menghadirkan refleksi yang terinspirasi dari QS. Al-Baqarah ayat 216. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tidak semua hal yang menyakitkan hadir untuk menghancurkan. Dalam beberapa keadaan, rasa sakit justru menjadi jalan menuju pemahaman yang lebih besar tentang kehidupan.

Pendekatan itu membuat Lullaby terasa berbeda dari banyak lagu metalcore bertema patah hati atau pengkhianatan. Lagu ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan perjalanan menuju penerimaan. Sebuah proses ketika seseorang akhirnya memahami bahwa kehilangan dan kekecewaan merupakan bagian dari pertumbuhan.

Mad In Silence sendiri merupakan unit emo, post-hardcore, dan metalcore eksperimental asal Bandung yang mulai mendapat perhatian melalui berbagai rilisan independen mereka. Sebelum Lullaby, band ini juga telah merilis lagu berjudul Cursed melalui Bandcamp pada 2025.

Dengan karakter musik yang memadukan emo, screamo, alternative metal, post-hardcore, dan metalcore modern, Mad In Silence menjadi bagian dari generasi baru band Bandung yang terus menjaga denyut skena musik keras Indonesia tetap hidup.

Melalui Lullaby, Mad In Silence menunjukkan bahwa musik keras tidak selalu harus berbicara tentang kemarahan semata. Terkadang, suara paling bising justru lahir dari luka yang paling sunyi.

Single Lullaby kini telah tersedia di berbagai platform digital dan menjadi langkah penting dalam perjalanan Mad In Silence menuju panggung yang lebih luas.

musikvoid news hardcore mad in silence lullaby
Bagikan artikel
CA

Cristoph Adam Sugianto

Musikvoid news writer.

Artikel lainnya