MusikVoid
News History Rock

Sejarah Hari Ini: Brian Jones Berpisah dengan The Rolling Stones

CA Cristoph Adam Sugianto · MusikVoid 08 Jun 2026 3 min read
Sejarah Hari Ini: Brian Jones Berpisah dengan The Rolling Stones

Pada 8 Juni 1969, Mick Jagger, Keith Richards, dan Charlie Watts mendatangi Brian Jones untuk membahas masa depannya di The Rolling Stones. Pertemuan itu berujung pada pengumuman resmi yang mengakhiri perjalanan salah satu pendiri band legendaris tersebut.

Pada 8 Juni 1969, sebuah pertemuan singkat di sebuah rumah pedesaan di Sussex, Inggris, menjadi awal dari berakhirnya salah satu bab paling penting dalam sejarah rock. Hari itu, Mick Jagger, Keith Richards, dan Charlie Watts mengunjungi Brian Jones di kediamannya, Cotchford Farm, untuk membahas masa depannya bersama The Rolling Stones.

Pertemuan tersebut bukan sekadar diskusi biasa. Di balik pintu rumah yang tenang itu, nasib salah satu pendiri The Rolling Stones sedang ditentukan. Tak lama setelah pertemuan berlangsung, band tersebut merilis pernyataan resmi yang mengumumkan bahwa Brian Jones tidak lagi menjadi bagian dari The Rolling Stones.

Keputusan itu menandai berakhirnya perjalanan Jones bersama grup yang ia dirikan pada 1962. Ironisnya, nama "The Rolling Stones" sendiri lahir dari gagasan Jones, yang saat itu menjadi sosok sentral dalam pembentukan identitas awal band. Sebelum Mick Jagger dan Keith Richards menjelma menjadi mesin kreatif utama, Jones adalah figur yang menyatukan para anggota dan membentuk arah musikal kelompok tersebut.

Pada paruh pertama dekade 1960-an, kontribusi Jones terhadap The Rolling Stones sangat besar. Ia dikenal sebagai musisi multi-instrumen yang mampu memainkan berbagai alat musik, mulai dari gitar slide, sitar, marimba, dulcimer, hingga harmonika. Sentuhan eksperimentalnya membantu memperluas palet suara band dalam lagu-lagu seperti Paint It, Black, Ruby Tuesday, dan Under My Thumb.

Namun memasuki akhir dekade, hubungan Jones dengan anggota lain mulai memburuk. Masalah kesehatan, penggunaan narkoba, serta kesulitan tampil dalam tur membuat perannya di band semakin berkurang. Sementara itu, duet penulis lagu Jagger-Richards semakin mendominasi arah artistik The Rolling Stones.

Situasi semakin rumit ketika Jones beberapa kali mengalami masalah hukum terkait kepemilikan narkotika. Akibatnya, ia kesulitan memperoleh visa untuk tur Amerika Serikat yang tengah dipersiapkan band. Kondisi tersebut membuat masa depannya bersama The Rolling Stones semakin tidak menentu.

Pertemuan pada 8 Juni 1969 akhirnya menjadi titik akhir dari ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Dalam pernyataan resminya, The Rolling Stones menyebut bahwa kepergian Jones terjadi karena "perbedaan dalam cara berkarya" yang berkembang selama beberapa waktu.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, posisi Jones digantikan oleh gitaris muda berbakat, Mick Taylor, yang sebelumnya bermain bersama John Mayall dalam kelompok Bluesbreakers. Kehadiran Taylor kemudian membantu membawa The Rolling Stones memasuki salah satu periode paling dipuji dalam karier mereka melalui album-album seperti Let It Bleed, Sticky Fingers, dan Exile on Main St..

Sayangnya, kisah Brian Jones tidak memiliki akhir yang bahagia. Kurang dari satu bulan setelah meninggalkan band yang ia dirikan, Jones ditemukan meninggal dunia di kolam renang rumahnya pada 3 Juli 1969 dalam usia 27 tahun. Kepergiannya menjadikan Jones salah satu nama pertama yang kemudian diasosiasikan dengan fenomena "27 Club", sebutan bagi musisi yang meninggal pada usia 27 tahun.

Lebih dari setengah abad kemudian, tanggal 8 Juni 1969 tetap dikenang sebagai hari ketika The Rolling Stones dan Brian Jones memilih jalan yang berbeda. Sebuah keputusan yang mengubah arah salah satu band terbesar dalam sejarah musik, sekaligus menutup peran seorang musisi visioner yang membantu meletakkan fondasi awal perjalanan mereka.

Rock history music on this day musikvoid news Brian Jones The Rolling Stones
Bagikan artikel
CA

Cristoph Adam Sugianto

Musikvoid news writer.

Artikel lainnya