Lahir pada 9 Juni 1978, Matthew Bellamy tumbuh menjadi salah satu musisi paling berpengaruh di era modern.
Pada 9 Juni 1978, dunia musik menyambut kelahiran Matthew James Bellamy, sosok yang kelak dikenal sebagai vokalis, gitaris, penulis lagu, dan motor kreatif di balik band rock asal Inggris, Muse. Selama lebih dari dua dekade, Bellamy menjelma menjadi salah satu frontman paling berpengaruh di generasinya berkat kemampuan musikal yang unik dan visi artistik yang ambisius.
Lahir di Cambridge, Inggris, Bellamy tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan musik. Ayahnya, George Bellamy, merupakan gitaris grup pop-rock The Tornados yang dikenal lewat lagu instrumental legendaris "Telstar". Pengaruh tersebut turut membentuk ketertarikannya terhadap musik sejak usia muda.
Perjalanan Bellamy menuju panggung dunia dimulai ketika ia bertemu dengan Dominic Howard dan Chris Wolstenholme di Teignmouth, Devon. Bersama-sama mereka membentuk sebuah band yang kemudian dikenal sebagai Muse. Sejak akhir 1990-an, trio tersebut mulai menarik perhatian lewat pendekatan musik yang memadukan rock alternatif, progresif, elektronik, hingga musik klasik.
Nama Muse mulai dikenal luas setelah merilis album debut Showbiz pada 1999. Namun kesuksesan besar datang melalui album Origin of Symmetry (2001), Absolution (2003), dan Black Holes and Revelations (2006), yang melahirkan sejumlah lagu ikonik seperti "Plug In Baby", "Hysteria", "Time Is Running Out", hingga "Knights of Cydonia".
Sebagai penulis lagu utama, Bellamy dikenal gemar mengeksplorasi tema-tema besar dalam karyanya. Mulai dari teknologi, politik, teori konspirasi, eksplorasi luar angkasa, hingga masa depan umat manusia sering menjadi inspirasi dalam lirik Muse. Karakter tersebut membuat band ini memiliki identitas yang berbeda dibandingkan banyak grup rock sezamannya.
Selain kemampuan vokalnya yang khas, Bellamy juga terkenal karena permainan gitar yang inovatif. Ia sering memanfaatkan efek elektronik, synthesizer, hingga teknologi khusus yang membuat penampilan live Muse terasa spektakuler. Tak heran jika konser-konser Muse kerap dianggap sebagai salah satu pertunjukan panggung terbaik dalam dunia rock modern.
Sepanjang kariernya, Muse telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk dua Grammy Awards, serta menjual jutaan album di seluruh dunia. Kesuksesan tersebut tak lepas dari peran Bellamy sebagai penggerak utama yang terus mendorong bandnya bereksperimen tanpa kehilangan identitas.
Kini, di usia yang terus bertambah, Matthew Bellamy tetap menjadi figur penting dalam musik rock kontemporer. Pengaruhnya terlihat dari banyak musisi muda yang terinspirasi oleh keberanian Muse dalam memadukan berbagai genre dan menghadirkan pertunjukan berskala besar.
Pada 9 Juni, para penggemar Muse memiliki alasan khusus untuk merayakan sosok yang telah membantu membentuk suara rock modern. Dari Teignmouth hingga panggung-panggung stadion di seluruh dunia, perjalanan Matthew Bellamy menjadi bukti bahwa kreativitas dan keberanian bereksperimen dapat membawa seorang musisi menuju status legenda.