Zwan dibentuk Billy Corgan sebagai awal baru setelah bubarnya Smashing Pumpkins. Namun di balik album debut yang menjanjikan, konflik internal justru membuat supergroup ini berakhir hanya delapan bulan setelah merilis satu-satunya album mereka.
Setelah membubarkan Smashing Pumpkins pada tahun 2000, Billy Corgan berada di persimpangan jalan. Salah satu sosok paling berpengaruh dalam rock alternatif era 1990-an itu tak ingin sekadar membentuk band baru. Ia mencari alasan baru untuk bermusik.
Dari pencarian tersebut lahirlah Zwan, sebuah supergroup yang dibentuk pada 2001 dengan harapan menjadi awal yang bersih dari berbagai konflik yang sebelumnya membayangi perjalanan Smashing Pumpkins.
Awal Baru Setelah Smashing Pumpkins
Zwan dihuni oleh sejumlah musisi berpengalaman dari berbagai skena musik independen Amerika Serikat. Selain Billy Corgan sebagai vokalis dan gitaris utama, band ini juga diperkuat oleh Jimmy Chamberlin di posisi drum.
Formasi mereka semakin menarik dengan kehadiran Matt Sweeney di gitar, David Pajo yang dikenal melalui proyek Papa M dan Slint, serta Paz Lenchantin pada bass.
Kehadiran para musisi dengan latar belakang berbeda membuat banyak penggemar dan media saat itu menyebut Zwan sebagai sebuah supergroup. Di atas kertas, mereka memiliki semua elemen untuk menjadi salah satu band rock alternatif paling menarik pada awal dekade 2000-an.
Album Debut yang Menjanjikan
Harapan tersebut semakin besar ketika Zwan merilis album debut mereka, Mary Star of the Sea, pada 28 Januari 2003.
Album ini menampilkan sisi Billy Corgan yang berbeda dari era Smashing Pumpkins. Jika karya-karya Pumpkins sering dipenuhi nuansa gelap, melankolis, dan penuh kecemasan, Zwan justru terdengar lebih terang, optimistis, dan melodis.
Lagu-lagu seperti "Honestly", "Lyric", "Show Me", dan "Come With Me" memperlihatkan pendekatan baru yang lebih positif tanpa kehilangan karakter penulisan lagu khas Corgan.
Sejumlah media memberikan ulasan positif terhadap album tersebut.
Banyak yang melihat Mary Star of the Sea sebagai fondasi kuat bagi masa depan Zwan yang menjanjikan.
Saat itu, hampir tidak ada yang menyangka bahwa album tersebut akan menjadi satu-satunya album studio yang pernah dirilis band tersebut.
Konflik yang Menghancurkan Segalanya
Di balik respons positif terhadap album debut mereka, hubungan antar personel ternyata mulai memburuk.
Hanya beberapa bulan setelah perilisan album, konflik internal yang melibatkan persoalan kepercayaan, gaya hidup, dan hubungan personal mulai muncul ke permukaan. Situasi tersebut berkembang begitu cepat hingga pada 15 September 2003, Billy Corgan secara resmi mengumumkan pembubaran Zwan.
Keputusan itu mengejutkan banyak penggemar karena band tersebut bahkan belum sempat merayakan ulang tahun pertama album debut mereka.
Yang membuat perpisahan ini semakin mengejutkan adalah komentar Billy Corgan setelah pembubaran band.
Dalam sebuah pernyataan yang terkenal di kalangan penggemar rock alternatif, ia menyatakan bahwa dirinya tidak ingin lagi berhubungan dengan anggota Zwan lainnya.
Belakangan, Corgan juga mengaku sulit mendengarkan kembali Mary Star of the Sea karena album tersebut mengingatkannya pada berbagai konflik yang terjadi di balik layar. Ia bahkan menyebut pengalaman bersama Zwan sebagai sesuatu yang penuh dengan kebohongan dan kekecewaan.
Album Kedua yang Tak Pernah Terjadi
Sebelum bubar, Zwan sebenarnya sempat mengerjakan berbagai materi baru. Beberapa lagu bahkan telah dimainkan secara langsung di atas panggung.
Namun keretakan hubungan antar anggota membuat seluruh rencana tersebut berhenti total. Materi yang belum dirilis akhirnya tersimpan begitu saja tanpa pernah berkembang menjadi album kedua.
Selama bertahun-tahun, para penggemar terus berharap Corgan suatu saat akan membuka arsip lagu-lagu tersebut. Meski beberapa materi sempat muncul dalam penampilan solo, hingga kini sebagian besar rekaman Zwan masih belum pernah dirilis secara resmi.
Warisan Singkat yang Tetap Dikenang
Meski hanya bertahan sekitar dua tahun dan menghasilkan satu album studio, Zwan tetap menjadi bagian menarik dalam perjalanan karier Billy Corgan. Band ini menunjukkan sisi lain dari seorang musisi yang selama ini identik dengan karya-karya penuh amarah dan kesedihan. Untuk sesaat, Zwan menawarkan gambaran tentang bagaimana Smashing Pumpkins mungkin terdengar jika berjalan ke arah yang lebih cerah dan optimistis.
Ironisnya, band yang dibentuk sebagai simbol awal baru justru berakhir karena masalah yang tidak jauh berbeda dengan konflik yang pernah menghancurkan hubungan dalam band-band sebelumnya.
Setelah Zwan bubar, Billy Corgan akhirnya memilih kembali menghidupkan Smashing Pumpkins pada 2005. Sejak saat itu, fokus utamanya kembali tertuju pada band yang telah membesarkan namanya.
Sementara itu, Zwan tetap dikenang sebagai proyek singkat yang penuh potensi, sebuah supergroup yang datang dengan harapan besar, namun pergi sebelum sempat mewujudkan masa depannya.